Kematian merupakan sesuatu yang pasti dialami oleh setiap makhluk. Kematian menunjukkan bahwa tiada yang kekal di alam raya ini. Keabadian hanyalah milik Allah semata. Oleh karena itu Allah telah menetapkan ajal setiap makhluk. Tidak ada yang tau kapan ia akan bertemu dengan ajalnya. Namun Allah telah memberikan ayat-ayatnya sebagai bukti bahwa kematian itu hanya menunggu giliran.
Di antara bukti kemurnian Islam seseorang dilihat dari lisannya dan perbuatan tangannya.
Persaksian palsu dalam Bahasa Nabi shallallahu alaihi wa sallam disebut dengan “qaul az-zur” atau “syahadah az-zur” yang artinya adalah perkataan yang penuh dengan kebohongan dan diada-ada. Biasanya dilakukan untuk melepaskan diri dari jeratan hukum, atau membela diri, atau bisa juga untuk melencarakan promosi suatu kepentingan bisnis. Karena secara logika sangat jarang ada yang suka berbohong tanpa ada factor kepentingan pribadinya.
Imam An-Nawawi (676 H) dalam Riyadhus Shalihin (h.127) menjelaskan ada orang karena sering dipuji oleh manusia, sehingga terkesan orang tersebut riya, padahal bukan riya.
Di antara bukti kemurnian Islam seseorang dilihat dari lisannya dan perbuatan tangannya.